Bentang alam Australia
Gambar 1.1: Bentang alam Australia

Kawasan bentang alam

Australia adalah sebuah benua. Di Australia dimungkinkan untuk bepergian sejauh ratusan kilometer tanpa menjumpai adanya perubahan timbulan. Hal ini disebabkan Benua Australia adalah benua yang paling datar di dunia.

Sebagian besar dari benua tersebut adalah plato rendah. Juga terdapat dataran rendah pantai di sisi timur dan barat. Benua Australia dapat dibagi menjadi lima kawasan bentang alam yang utama, yaitu

  • plato barat
  • plato dataran rendah tengah
  • kawasan pegunungan timur
  • dataran rendah pantai barat, dan
  • dataran rendah pantai timur

Kawasan bentang alam Australia dapat dilihat pada Gambar 1.1

Gambaran lebih jauh tentang bentang alam Australia dapat dilihat dalam rentas benua yang mulai Geraldton di bagian barat ke Tweed Heads di bagian timur. Rentas tersebut dapat dilihat dalam Gambar 1.2

Suatu rentas Benua Australia
Gambar 1.2: Suatu rentas Benua Australia

Plato Barat

Plato Barat merupakan kawasan yang sangat luas yang dulunya merupakan ketinggian tetapi kemudian aus dilanda erosi. Kawasan ini terdiri atas Plato Hammersley, Plato Kimberley, dan Plato Tanah Arnhem. Kawasan tersebut juga mencakup pegunungan-pegunungan yang sangat rendah seperti Pegunungan Macdonnell dan Musgrave, serta monolit (batu besar) raksasa yang disebut Uluru atau Ayer’s Rock (Lihat Gambar warna 3).

Uluru. Ini adalah tempat yang suci bagi orang Aborijin. Menurut tradisi Aborijin, penanggung-jawab daerah Uluru adalah suku Anangua.
NSW National Parks & Wildlife Service
Gambar warna 3: Uluru. Ini adalah tempat yang suci bagi orang Aborijin. Menurut tradisi Aborijin, penanggung-jawab daerah Uluru adalah suku Anangua.

Beberapa dari batu yang ada di daerah ini merupakan batu tertua di dunia, yang umurnya lebih dari 3.000 juta tahun. Erosi selama jutaan tahun telah menerpa batu-batu ini dan membuatnya aus. Banyak di antaranya yang terbentuk jauh dalam bumi di bawah suhu dan tekanan yang sangat besar. Beberapa dari batuan endapan dan batuan beku yang ada di kawasan ini telah berubah menjadi batuan metamorfis (batuan malihan) karena adanya tekanan dan suhu panas. Batuan metamorfis adalah batuan yang telah berubah dari bentuk aslinya yang disebabkan oleh adanya pemanasan atau pemadatan.

Kebanyakan batuan yang membentuk plato tersebut mengandung endapan mineral yang penting, seperti bijih besi, intan, dan nikel.

Sebagian besar Plato Barat tersebut merupakan gurun pasir dan banyak kawasan luas yang tidak bersungai. Beberapa dari sungai yang ada di kawasan ini adalah Sungai Ord, Gascoyne, dan Murchison, yang semuanya mengalir ke barat atau utara.

Dataran Rendah Tengah

Kawasan ini terbentuk dari endapan, yang membentang dari daerah pantai utara di Teluk Carpentaria ke arah selatan di dataran rendah Sungai Murray dan Sungai Darling (Lihat Gambar 1.3).

Sungai - sungai Australia
Gambar 1.3:
Sungai – sungai Australia

Di seluruh kawasan ini terdapat banyak cekungan salir. Di sebelah utara terdapat cekungan Carpentaria. Di sebelah selatan cekungan Carpentaria ada cekungan Danau Eyre yang sangat luas. Di kawasan ini, kebanyakan sungai bersifat tidak tetap dan hanya mengalir kalau hujan. Sungai-sungai tersebut mengalir ke danau-danau besar di daerah pedalaman dan tidak pernah sampai ke laut. Danau Eyre adalah danau terbesar dan hampir sepanjang tahun danau tersebut merupakan danau garam tanpa air. Di sebelah selatan cekungan Danau Eyre dijumpai cekungan Murray-Darling yang mengalir di kedua sungai terbesar di Australia, yakni Sungai Murray dan Sungai Darling.

Dataran tinggi Timur

Kawasan ini dulu dikenal sebagai Pegunungan Pemisah Besar. Dataran tinggi tersebut berbentuk gunung-gunung tua yang terkena erosi (terkikis) selama jutaan tahun. Dataran tinggi tersebut berawal di dekat semenanjung Cape York dan membentang ke selatan ke arah Tasmania. Dataran Tinggi Timur mencakup Pegunungan Biru (Blue Mountains) yang terletak di sebelah barat Sydney dan pegunungan tertinggi di Australia, yakni Pegunungan Salju (Snowy Mountains) yang terletak di sepanjang perbatasan negara bagian New South Wales dan Victoria. Gunung yang tertinggi di Australia, yakni Gunung Kosciusko (2.228 meter), terletak di Snowy Mountains.

Sisa-sisa gunung api tua tersebar di kawasan dataran tinggi timur. Dataran tinggi tersebut juga merupakan sumber bagi banyak sungai. Beberapa dari sungai-sungai ini mengalir ke pantai timur dan lainnya mengalir ke arah pedalaman. Sungai Murray (panjangnya 2.520 km) dan sungai Darling (panjangnya lebih dari 3.750 km) mengalir ke dataran tinggi timur, mengalir ke daerah pedalaman, kemudian menuju ke laut selatan.

Dataran Pantai Barat

Dataran rendah ini merupakan akibat adanya persesaran di sepanjang pantai barat Benua Australia. Dalam proses ini, suatu patahan pantai yang sempit telah tertekan ke arah bawah, sehingga membentuk sebuah dataran pantai.

Dataran pantai Timur

Persesaran permukaan bumi juga telah terjadi di sepanjang pantai timur yang membentuk Dataran Tinggi Timur, sehingga menimbulkan kawasan dataran rendah pantai yang sempit. Jalur pantai yang sempit itu terdiri atas lembah-lembah sungai dan bukit-bukit. Di sini dijumpai beberapa sungai pendek dengan sungai yang alirannya baik, seperti Sungai Burdekin, Fitzroy dan Hunter. Sungai-sungai ini penting bagi pertanian dan bagi penduduk yang menggunakan sungai tersebut. Misalnya, Sydney menggunakan tiga sungai, yakni Sungai Hawkesbury, Parramatta, dan Georges.

Paparan Benua

Di seluruh Australia terdapat kawasan yang lautnya dangkal dan dasar samuderanya membentuk suatu paparan (shelf). Ini disebut paparan benua. Di sepanjang batasan daerah barat, selatan, dan utara, paparan tersebut lebar, tetapi menjadi sempit di sepanjang pantai timur. Paparan utara, yang disebut paparan Sahul, digunakan bersama dengan Indonesia dan Papua Nugini.

Di atas paparan benua itu, yakni di lepas pantai tropis di Queensland, terdapat kawasan terumbu karang yang sangat luas. Terumbu karang ini disebut Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef). Karang ini merupakan yang terbesar di dunia dalam jenis ini. Karang tersebut mulai terbentuk kira-kira 12 juta tahun yang lalu, yang tumbuh dan mati secara berkala sesuai dengan naik dan turunnya permukaan laut.

Perubahan bentang alam

Bentang alam Australia terbentuk selama jutaan tahun. Dulunya bentang alam tersebut tidak selalu seperti sekarang. Iklim Australia juga telah berubah. Demikian juga dengan tumbuhan dan satwa yang menempati benua tersebut. Cerita tentang bagaimana Australia memperoleh bentuknya yang sekarang ini merupakan cerita panjang dan menarik, yang dimulai dari zaman prasejarah.

Tabel dalam Gambar 1.4 merupakan ringkasan dari beberapa peristiwa penting pada zaman prasejarah Australia.


Gambar 1.4:
Beberapa peristiwa penting pada zaman prasejarah Australia

Bagian kerak bumi yang tertua

Bumi terbentuk antara 4.600 sampai 3.500 juta tahun yang lalu. Pertama-tama bumi tertutup oleh benda yang meleleh dari gunung berapi. Benda ini lama kelamaan mendingin dan membentuk kerak. Uap air dalam lapisan udara memadat dan membentuk lautan. Hanya sedikit yang tersisa dari bentang darat vulkanis dari zaman dulu di Australia. Beberapa batuan yang diendapkan melalui sungai membuktikan bahwa dulu terdapat daratan di Australia pada lebih dari 4.000 juta tahun yang lalu.

Kehidupan awal

Sejak 3.500 sampai 1.000 juta tahun yang lalu bumi masih panas dan karbon dioksida sangat terpusat dalam lapisan udara. Keadaan ini membantu bertumbuhnya bentuk kehidupan awal. Beberapa dari bentuk-bentuk kehidupan awal ini, yang disebut sinobakteri, menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Tumbuh-tumbuhan masih melakukan hal ini, yakni yang disebut proses fotosintesis. Oksigen yang dikeluarkan pada zaman kuno ini bereaksi dengan besi di lautan untuk membentuk endapan bijih besi. Sekarang banyak sekali dijumpai endapan bijih besi dalam jumlah besar di Pegunungan Hammersley di Australia Barat.

Pada saat ini hanya ada satu mahabenua yang sangat besar di dunia, yang dikenal dengan sebutan Pangaea. Peta dalam Gambar 1.5 menunjukkan mahabenua Pangaea ini.


Benua Gondwana

Gambar 1.5: Maha-benua Pangaea

Beberapa plato yang ada di Australia Barat merupakan bagian dari benua tersebut. Bagian-bagian ini di Australia tetap stabil selama jutaan tahun dan tidak banyak terpengaruh oleh gerakan-gerakan bumi. Di sini gempa bumi jarang terjadi dan beberapa bentuk batu ada yang berumur kira-kira 1.000 juta tahun. Beberapa dari batu tua ini yang muncul karena adanya erosi, penuh dengan endapan emas dan intan.

Timbulnya kehidupan yang rumit

Antara 1000 dan 400 juta tahun yang lalu, mulai timbul kehidupan yang lebih rumit di bumi. Mula-mula muncul satwa laut yang berbadan lembek yang kemudian diikuti dengan timbulnya satwa laut berkulit keras. Akhirnya, kira-kira 410 juta tahun yang lalu, dimulailah kehidupan awal di darat.

Ini merupakan saat mulai terbentuknya gunung lipatan besar di Australia tengah. Sekarang gunung-gunung ini hampir seluruhnya terkikis. Uluru (Batu Ayers) dan perbukitan Kata Tjuta merupakan sisa-sisa dari gunung-gunung tua ini.

Terpisah-pisahnya Pangaea

Kira-kira antara 400 dan 230 tahun yang lalu, mahabenua Pangaea akhirnya terpecah menjadi dua benua besar. Kedua benua baru tersebut disebut Gondwana dan Laurasia.

Gondwana mengapung ke arah selatan sedangkan Laurasia mengapung ke arah utara. Australia, India, Antartika, Irian Jaya, dan bagian-bagian Pulau Sulawesi merupakan bagian dari Gondwana. Diagram dalam Gambar 1.6 menunjukkan pecahnya Pangaea menjadi Laurasia dan daratan Gondwana. Dalam Gambar 1.7 daratan Gondwana tampak sebagai suatu mahabenua yang terpisah.


Benua Gondwana

Gambar 1.6: Pangaea terpisah

Benua Gondwana
Benua Gondwana

Gambar 1.7: Benua Gondwana

Inilah saat terbentuknya gunung-gunung berapi di sepanjang pantai timur Australia. Gunung-gunung berapi membentuk kumpulan (massa) batu granit yang dapat dilihat di Australia bagian timur sekarang ini.

Pada saat itu juga terbentuk pegunungan lipatan di Australia bagian timur yang panjangnya 2.000 kilometer. Di sebelah barat dari jajaran pegunungan ini terdapat laut kebenuaan (inland seas) yang dangkal.

Kira-kira 345 juta tahun yang lalu terdapat sebuah gunung es dan lapisan es yang sangat luas yang menutupi bentang darat, yang menyebabkan ausnya gunung-gunung dan mengubah bentuk daratan.

Akhirnya, kira-kira 230 juta tahun yang lalu, pada zaman yang disebut periode Perm, terjadi perubahan iklim. Iklimnya menjadi lebih hangat dan lebih lembab. Tumbuhlah hutan-hutan besar di Australia bagian timur. Ketika pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan mati, sisanya terkumpul di laut kebenuaan yang dangkal tersebut. Selama lebih dari jutaan tahun, sisa-sisa pohon dan tumbuhan tersebut berubah menjadi batubara. Sekarang ini endapan batubara dijumpai di Cekungan Sydney di New South Wales dan Cekungan Bowen di Queensland. Juga, endapan minyak dan gas mulai terbentuk di beberapa tempat.

Saat inilah terdapat banyak danau, paya-paya, dan laut kebenuaan. Danau Eyre dan banyak danau kering lainnya seperti Teluk Carpentaria dan cekungan Murray-Darling terbentuk sebagai bagian dari laut kebenuaan.

Cekungan Artois Besar juga terbentuk pada saat ini. Cekungan ini merupakan kawasan air bawah tanah yang sangat luas yang membentang sejauh 2.000 km dari utara ke selatan dan 1.600 km dari timur ke barat. Cekungan tersebut terletak di bawah Dataran Tengah dan mencakup tiga perempat Queensland, seperempat NSW, sepertiga Australia Selatan, dan seperdelapan Daerah Khusus Utara.

Sekarang ini air tersebut tersimpan di bawah tanah dan dapat dipompa ke luar untuk menghidupi domba dan ternak. Seringkali, airnya dapat bertambah apabila terdapat hujan di sepanjang Pegunungan Sebelah Timur.

Diagram dalam Gambar 1.8 menggambarkan bagaimana hal ini semua terjadi.

Cekungan Artois
Gambar 1.8: Cekungan Artois

Dinosaurusus berkeliaran di bumi

Kehidupan di atas bumi terus berubah. Antara 230 sampai 65 juta tahun yang lalu, lebih banyak lagi tumbuhan dan satwa yang ditemukan di Australia. Mula-mula satwa daratnya hanya serangga, kemudian ada hewan amfibi dan akhirnya ada reptilia raksasa. Satwa darat yang paling terkenal adalah dinosaurusus.

Hewan bernama Muttaburrasaur, yang tampak dalam Gambar 1.9, merupakan sebuah contoh dinosaurus Australia. Kemudian muncullah burung-burung berbulu dan kura-kura yang pertama. Pada saat itu Australia masih merupakan bagian dari Gondwana.

Muttaburrasaur adalah jenis dinosaurusus yang hidup di Australia pada zaman Jura dan Kapur
Re-printed with the permission of Mary White
Gambar 1.9:
Muttaburrasaur adalah jenis dinosaurusus yang hidup di Australia pada zaman Jura dan Kapur

Gondwana terpecah

Kira-kira 150 juta tahun yang lalu benua besar Gondwana mulai terpecah. Pertama-tama, Afrika dan Amerika selatan terpisah dengan India, Antartika dan Australia. Hal ini tampak dalam Gambar 1.10.

Gambar 1.9
Gambar 1.10: Amerika Selatan dan Afrika terpisah

Kira-kira 100 juta tahun yang lalu, India terpisah dengan Antartika. Hal ini tampak dalam Gambar 1.11.

Gambar 1.10
Gambar 1.11: India terpisah

Australia dan Antartika terpisah

Australia tetap tersambung dengan Antartika sampai kira-kira 55 juta tahun yang lalu, kemudian ia terpisah dan mulai mengapung ke arah utara. Pemisahan itu disebabkan adanya keretakan yang terus melebar di antara kedua benua tersebut. Keretakan tersebut menyebabkan dasar laut meluas, sebagaimana tampak dalam Gambar 1.13.

Lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia

Gambar 1.12: Australia dan Selandia Baru terpisah

Lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia

Gambar 1.13: Australia dan Antartika terpisah dan Australia bergerak ke arah utara

Australia kemudian menjadi benua tersendiri yang terpisah. Burung-burung dan hewan mamalia mulai berkembang di Australia, yang berlainan dengan burung dan hewan di bagian lain di dunia. Hal ini disebabkan terpisahnya Australia.

Ketika Australia bergerak ke utara, benua tersebut melewati lokapanas, yang terletak jauh di bawah permukaan bumi. Hal ini menyebabkan gunung berapi meletus di beberapa tempat yang berbeda di Australia. Letusan gunung berapi yang terakhir terjadi sekitar 6000 tahun yang lalu, yaitu Gunung Gambier di negara bagian Australia Selatan.

Terus bergeraknya Benua Australia ke utara membawanya ke daerah garis lintang yang beriklim lebih hangat. Iklim Benua Australia menjadi lebih hangat dan lebih lembab, serta banyak hutan tropis bermunculan di seluruh Australia. Waktu terus berlalu dan Benua Australia memasuki daerah garis lintang yang bergurun-gurun, sehingga iklim Australia menjadi lebih kering. Tumbuh-tumbuhannya berubah, dan sebagian besar hutan tropis menghilang, dan yang tersisa hanyalah hutan-hutan pohon eukaliptus (eucalypt) dan padang rumput yang dapat bertahan hidup di musim-musim kering.

Lempengan Tektonik

Kita sudah melihat bagaimana benua Gondwana yang besar itu terpisah. Kita juga sudah melihat bagaimana Australia memisahkan diri dari Gondwana dan menjadi sebuah pulau yang besar. Untuk dapat mengerti proses pergerakan benua, kita akan mempelajari secara singkat tentang lempengan tektonik. Konsep ilmiah ini akan membantu kita mengerti bagaimana terbentuknya benua-benua di bumi dan ciri-ciri utamanya.

Lempengan-lempengan bumi

Kerak bumi terbagi menjadi lempengan-lempengan. Ada enam lempengan benua yang besar dan ada beberapa yang kecil. Di antara lempengan-lempengan itu terdapat retakan-retakan besar di kerak bumi. Lempengan-lempengan itu bergerak perlahan-lahan ke arah permukaan bumi. Di beberapa tempat, lempengan-lempengan tersebut bergerak saling menjauhi dan di beberapa tempat lain lempengan-lempengan itu bergerak saling mendekati dan bertabrakan.

Di daerah yang lempengannya saling menjauhi, timbul bahan lelehan dari dalam bumi melalui retakan-retakan yang ada. Bahan lelehan ini kemudian menjadi dingin dan membentuk batuan yang disebut basal. Berpisahnya lempengan-lempengan bumi ini terjadi jauh di bawah lautan di bumi. Basal yang timbul kemudian membentuk deretan pematang bawah samudera. Deretan ini disebut pematang tengah samudera. Semakin banyak bahan lelehan muncul dan membentuk basal, bahan tersebut mendorong lempengan-lempengan bumi untuk semakin jauh berpisah. Hal ini menyebabkan melebarnya dasar samudera.

Terdapat pematang tengah samudera di antara Australia dan Antartika. Pematang ini melebar sebesar 6 sampai dengan 7,5 sentimeter per tahun. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan India-Australia ke arah utara sehingga bertabrakan dengan lempengan Eurasia. Tabrakan ini dimulai sekitar 25 juta tahun yang lalu dan terus berlanjut hingga sekarang.

Lempengan India-Australia sedang didorong ke bawah lempengan Eurasia. Proses ini disebut penunjaman .

Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk Pegunungan Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa serta tanah tinggi Nugini. Australia bagian utara telah didorong ke arah bawah sehingga membentuk Teluk Carpentaria dan Laut Timor serta Laut Arafura. Tabrakan lempengan-lempengan bumi tersebut tampak dalam Gambar 1.14.

Lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia

Gambar 1.14: Lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia

Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. Suhu yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. Di banyak tempat, magma ini kemudian muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api.

Busur gunung-gunung api Indonesia terbentuk dengan cara seperti ini. Gempa bumi umumnya terjadi di kawasan ini karena lempengan benua mengeluarkan tekanan pada saat lempengan itu menurun melalui parit samudera.

Gunung-gunung api yang terbentuk dengan cara ini disebut gunung api andesit karena lava yang dikeluarkannya membentuk batu yang disebut andesit. Batu andesit ini kaya akan silika dan alumina. Gunung-gunung api andesit sifatnya sangat mudah meledak dan tak terduga.

25 juta tahun yang lalu sampai sekarang

Selama 25 juta tahun terakhir ini Australia menjadi stabil. Tidak terdapat pergerakan bumi yang utama di Australia di sepanjang Dataran Tinggi sebelah Timur yang kawasannya telah terangkat ke atas sehingga membentuk kawasan yang curam dan terjal. Pegunungan Biru di sebelah barat kota Sydney merupakan contoh kawasan terangkat ini yang dimulai kira-kira 12 juta tahun yang lalu.

Juga terdapat beberapa ledakan gunung api yang terpisah-pisah di sepanjang Dataran Tinggi Timur. Ledakan-ledakan ini disebabkan oleh kantung-kantung bahan lelehan di bawah kerak bumi yang disebut “loka panas”. “Loka panas” terkini yang baru ditemukan ada di bawah pantai sebelah barat laut Tasmania.

Selain gunung-gunung api “loka panas” dan pengangkatan daratan di Australia bagian timur, benua tersebut terus menerus terkikis selama 25 juta tahun dan mengakibatkan timbulan rendah. Kawasan-kawasan yang sangat luas telah berubah menjadi dataran dan plato.

Iklim Australia

Australia adalah sebuah negara yang luas dengan berbagai iklim yang berlainan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi iklim Australia, yaitu

  • garis lintang
  • arus samudera
  • jarak dengan pantai
  • keadaan suhu dan angin
  • bentang alam

Garis lintang

Australia membentang melintasi tiga kawasan garis lintang yang luas, yakni

  • kawasan tropis (11°LS – 23° 30LS)
  • kawasan subtropis (23° 30′ – 35oLS)
  • kawasan beriklim sedang (35°- 44°LS)

Lebih dari sepertiga benua Australia terletak di kawasan tropis dan dua pertiga sisanya terletak di kawasan subtropis dan kawasan beriklim sedang. Ini dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Kawasan garis lintang yang mempengaruhi iklim
Gambar 2.1: Kawasan garis lintang yang mempengaruhi iklim

Suhu udara yang tertinggi adalah di kawasan beriklim tropis dan suhu tersebut semakin berkurang panasnya kalau kita bergerak ke arah selatan menuju ke kawasan beriklim sedang. Australia mempunyai bermacam-macam iklim karena adanya kawasan-kawasan ini. Bentang alam di negara ini juga mempengaruhi keadaan dan menambah keberagaman iklim tersebut.

Arus samudera

Samudera-samudera di dunia ada yang berarus hangat dan ada yang berarus dingin. Arus samudera terbentuk ketika angin bertiup secara tetap di atas lautan. Arus samudera mempengaruhi iklim di darat. Arus dingin akan menyebabkan iklimnya lebih dingin. Arus hangat akan membuat iklimnya lebih panas.

Di samudera sekitar Australia terdapat beberapa arus yang penting. Arus-arus ini dapat dilihat dalam Gambar 2.2.

Arus samudera di Australia
Gambar 2.2: Arus samudera di Australia

Arus hangat yang disebut Arus Australia Timur mengalir di sepanjang pantai timur dan arus hangat lain yang disebut Arus Leuwin mengalir di sepanjang pantai barat. Arus lain yang disebut Arus Khatulistiwa Selatan mengalir di sepanjang pantai utara Australia. Arus-arus panas ini menyebabkan udara di Australia menjadi panas.Arus dingin yang disebut Apung Angin Barat mengalir dari barat ke timur, tepat di sebelah selatan Australia dan membawa hawa dingin ke Tasmania.

Australia betul-betul dikelilingi oleh samudera. Pada umumnya, samudera menyebabkan suhu menjadi sedang di daerah pantai sehingga tidak ada perbedaan yang besar antara suhu minimum dan suhu maksimum. Apabila menjauh dari pantai dan lebih masuk ke daratan, suhunya menjadi semakin ekstrem dan perbedaan antara suhu maksimum dan minimum menjadi lebih besar. Suhu rata-rata di Australia dapat dilihat dalam Gambar 2.3.

Suhu rata-rata di Australia
Gambar 2.3: Suhu rata-rata di Australia

Jarak dari pantai

Jarak dari pantai mempengaruhi suhu dan curah hujan. Daerah-daerah yang paling lembab di Australia adalah daerah yang paling dekat dengan laut. Lebih jauh ke darat, daerahnya menjadi lebih kering dan daerah bagian tengah di Australia adalah gurun pasir.

Banyak daerah di Australia jauh dari pantai. Jadi, pada garis lintang berbeda, terdapat daerah-daerah yang basah, daerah yang agak gersang dan daerah yang kering. Di Australia, kawasan-kawasan tropis, subtropis dan kawasan beriklim sedang mempunyai daerah yang lembab, daerah agak gersang dan daerah kering.

Hujan rata-rata di Australia
Gambar 2.4: Hujan rata-rata di Australia

Keadaan suhu dan angin

Iklim di Australia dipengaruhi oleh keadaan angin, atau oleh massa udara, yang berhembus di atas benua tersebut.Massa udara utama yang mempengaruhi iklim di Australia dapat dilihat dalam Gambar 2.5a & 2.5b. Pada musim panas, iklim di Australia lebih dipengaruhi oleh udara tropis yang hangat. Pada musim dingin, iklimnya lebih dipengaruhi oleh udara kutub yang dingin. Massa udara dan angin yang berasal dari bagian tengah benua Australia bersifat kering dan panas pada musim panas serta kering dan dingin pada musim dingin.

Massa udara yang mempengaruhi iklim Australia di musim panas
Gambar 2.5a: Massa udara yang mempengaruhi iklim Australia di musim panas

Massa udara yang mempengaruhi iklim Australia di musim dingin.
Gambar 2.5b: Massa udara yang mempengaruhi iklim Australia di musim dingin.

Bulan Januari merupakan pertengahan musim panas di Australia. Matahari tepat berada di atas Australia bagian utara sehingga benua tersebut menjadi lebih panas. Selama musim panas ini, ada sistem tekanan rendah yang bergerak di atas Australia bagian utara yang berasal dari Samudera India dan Samudera Pasifik. Manakala sistem tekanan rendah ini melintasi lautan yang hangat, sistem tekanan tersebut menjadi lembab sehingga meniupkan udara tropis yang panas ke arah benua. Hal ini menyebabkan terbentuknya awan dan hujan. Kejadian ini membawa hujan ke daerah-daerah tropis dan subtropis di Australia bagian utara di musim panas. Hal ini digambarkan dalam Gambar 2.6a.

Musim panas
Gambar 2.6a: Musim panas

Bulan Juli adalah pertengahan musim dingin di Australia. Matahari tidak langsung berada di atas sehingga udara lebih sejuk. Udara kutub yang dingin bertiup ke arah Australia bagian selatan dari Samudera Selatan yang dingin. Udara tersebut bertiup dalam bentuk kumpulan sel-sel tekanan tinggi. Sel-sel ini bergerak melintasi benua dari arah barat ke timur. Sel tekanan tinggi membawa cuaca yang tak berawan ke daerah-daerah yang luas di Australia selama musim dingin. Sel-sel tekanan rendah juga bertiup dari barat pada kira-kira 40°LS selama musim dingin. Sel-sel ini membawa hujan. Jadi, hal ini menyebabkan banyaknya curah hujan di Australia selatan selama musim dingin. Hal ini digambarkan dalam Gambar 2.6b.

Musim dingin
Gambar 2.6b: Musim dingin

Daerah-daerah selatan dan utara di daratan Australia mendapatkan curah hujan pada musim-musim yang berlawanan. Di daerah utara yang tropis, musim panasnya mengandung banyak hujan sedangkan musim dinginnya kering. Di Australia bagian selatan dan baratdaya, musim dinginnya mengandung banyak hujan dan musim panasnya kering.

Pantai timur Australia memperoleh hujan dari awan yang datang dari Samudera Pasifik. Awan-awan ini membentuk udara lembab di atas samudera. Jadi, daerah yang jauh di sebelah timur di Australia, termasuk Tasmania, hujan turun sepanjang tahun. Demikian juga, daerah-daerah sebelah utara di Australia timur memperoleh lebih banyak hujan di musim panas dan daerah-daerah sebelah selatan memperoleh lebih banyak hujan di musim dingin.

Bentang alam

Kawasan Pegunungan Timur juga mempunyai dampak yang penting bagi iklim Australia. Angin yang membawa kelembaban dari samudera Pasifik tertekan untuk naik di atas Kawasan Pegunungan Timur. Naiknya angin tersebut membentuk awan-awan yang membawa hujan orografis (hujan pegunungan) ke arah Dataran Tinggi Timur dan kawasan pantai sebelah timur. Dengan demikian, daerah-daerah pantai sebelah timur dan dataran tinggi mendapatkan lebih banyak hujan daripada daerah-daerah yang ada di sebelah barat Dataran Tinggi Timur.

Hanya beberapa daerah saja di Australia yang bersalju pada puncak-puncaknya yang tinggi, yakni daerah Pegunungan Salju (Lihat Gambar warna 17), dan sebagian Tasmania. Udara di Australia tidak sedingin benua lain yang garis lintangnya serupa. Misalnya, pada garis lintang yang serupa dengan Australia, yaitu daerah-daerah di Eropa utara, Asia bagian utara dan Amerika Utara sering mengalami keadaan bersalju yang meluas.

Pada bulan Juli dan Agustus, pegunungan Salju menjadi daya tarik bagi para pemain ski yang ingin menguji ketrampilan mereka di atas lereng yang tertutup salju. Akhir-akhir ini, naiknya suhu udara di seluruh dunia telah menyebabkan berkurangnya hujan salju dan ketergantungan kepada mesin pembuat salju.
La Fiama
Gambar 17: Pada bulan Juli dan Agustus, pegunungan Salju menjadi daya tarik bagi para pemain ski yang ingin menguji ketrampilan mereka di atas lereng yang tertutup salju. Akhir-akhir ini, naiknya suhu udara di seluruh dunia telah menyebabkan berkurangnya hujan salju dan ketergantungan kepada mesin pembuat salju.

Iklim-iklim Tropis

Iklim tropis dijumpai di Australia di atas Garis Balik Selatan (23 1/2o selatan). Kawasan-kawasan tropis lebih dekat ke Garis Khatulistiwa dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh ke selatan. Kawasan ini lebih banyak menerima panas matahari secara langsung. Oleh karena itu, suhunya berkisar antara hangat sampai panas di sepanjang tahun. Suhu tahunan rata-rata adalah antara 21oC dan 27oC.

Beberapa daerah tropis di Australia ada yang lembab dan ada pula yang kering. Daerah-daerah yang berdekatan dengan pantai, yakni di Australia sebelah utara dan sebelah timur, lebih tinggi curah hujannya dibandingkan dengan daerah-daerah yang jauh di pedalaman. Di daerah pedalaman, curah hujannya sangat rendah dan di sana timbul iklim gurun.

Iklim-iklim di Australia

Kawasan iklim di Australia
Gambar 2.7: Kawasan iklim di Australia

Iklim lembab-kering tropis

Daerah tropika di Australia beriklim monsun. Daerah tersebut mempunyai musim kering dan lembab dengan arah angin yang berbalik secara musiman. Curah hujan tahunan rata-rata paling sedikit adalah 1000-1500 mm. Kebanyakan curah hujan ini turun di musim panas, mulai bulan November sampai dengan Maret dan ketika itu suhu rata-ratanya adalah kira-kira 28oC. Bulan Maret sampai Oktober hawanya sangat kering dan lebih dingin, dengan suhu rata-rata 26oC.

Keadaan suhu dan curah hujan di Darwin, yakni sebuah kota dengan iklim lembab-kering tropis, dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Grafik curah hujan dan suhu pada berberapa tempat di Australia

  • 1 Kota mana yang mempunyai suhu tahunan rata-rata tertinggi?
  • 2 Kota mana yang mempunyai curah hujan tahunan rata-rata tertinggi?
  • 3 Kota mana yang mempunyai suhu tahunan rata-rata terendah?
  • 4 Kota mana yang mempunyai curah hujan tahunan rata-rata?

Gambar 2.8: Grafik curah hujan dan suhu pada berberapa tempat di Australia

Kadang-kadang sistem tekanan rendah tropis yang bergerak di atas Australia bagian utara di musim panas berubah menjadi topan tropis dengan angin yang bertiup sangat keras. Angin topan tropis dapat merusakkan bangunan, tanaman, dan satwa serta dapat mengancam hidup manusia. Pada tahun 1975, angin topan ‘Tracey’ merusakkan sebagian besar kota Darwin dan menyebabkan 49 orang meninggal serta 16 orang hilang di laut.

Angin topan merupakan masalah pada bulan-bulan November sampai Maret. Satelit cuaca melacak angin topan ini untuk mengetahui kedatangannya dan memperingatkan penduduk mengenai hal itu. Angin topan tersebut digolongkan menurut skala 1 sampai 5 sesuai dengan kecepatan anginnya.

Gambaran garis edar angin topan tropis ”Olivia’ tampak dalam Gambar 2.9 dan gambaran melalui satelit ada dalam Gambar 2.10. Olivia mencapai kecepatan maksimum 267 kilometer per jam.

Garis edar topan tropis 'Olivia'
Gambar 2.9: Garis edar topan tropis ‘Olivia’

Topan Olivia
Australian Bureau of Meteorology
Gambar 2.10: Topan Olivia

Dalam Gambar 2.11 adalah contoh rumah kayu. Akibat khas topan tropis tampak dalam gambar-gambar rumah ini.

Skala TopanAustralia Angin terus menerus (km/jam) Akibat umum
1 <125 Merusakkan beberapa tanaman pangan dan pohon, tidak sampai merusakkan rumah
2 125-169 Kerusakan kecil pada rumah. Risiko listrik padam. Kerusakan berat pada beberapa tanaman pangan. Tambatan kapal kecil putus.
3 170-224 Bangunan rusak struktur dan atapnya. Listrik padam.
4 225-279 Kerusakan struktur bangunan, atapnya lepas. Ada bahaya dari reruntuhan yang dibawa angin.
5 >280 Amat berbahaya, kerusakan merata.

Keadaan Normal
Keadaan Normal
Topan kelas 1. <125 km/jam
Topan kelas 1. <125 km/jam
Topan kelas 2. 125 - 169 km/jam
Topan kelas 2. 125 – 169 km/jam
Topan kelas 3, 170 - 224 km/jam
Topan kelas 3, 170 – 224 km/jam
Topan kelas 4, 225 - 274 km/jam
Topan kelas 4, 225 – 274 km/jam
Topan kelas 5. >280 km/jam
Topan kelas 5. >280 km/jam

Gambar 2.11: Kerusakan yang umumnya dialami di rumah kayu pada waktu ada angin topan tropis yang berlainan kekuatannya, sesuai dengan skala topan Australia.

Hutan tropis yang luas telah tumbuh di sepanjang pantai beriklim monsun di Queensland. Sebagian hutan tersebut telah ditebang untuk menanam tebu dan perkebunan lain. Sebagian hutan yang ada di bagian timurlaut pantai masih tetap. Hutan-hutan ini mempunyai beragam jenis pohon, hewan dan burung.

Iklim setengah gersang tropis

Kawasan ini terletak di pedalaman. Suhunya berkisar antara hangat sampai panas sepanjang tahun, yakni antara 21oC dan 27oC. Suhu yang tinggi menyebabkan tingginya tingkat penguapan. Curah hujannya rendah, yakni antara 250 dan 500 mm. Curah hujan tersebut tidak dapat diandalkan dan tidak tetap. Daerah-daerah yang paling lembab adalah di dataran tinggi yang dekat dengan pantai, yakni tempat jatuhnya hujan orografis.

Curah hujan cukup bagi tumbuhnya rumput di dataran berumput yang disebut savanna (padang rumput). Di padang rumput ini dijumpai banyak hewan seperti kanguru. Ternak sapi juga dipelihara di sini.

Kawasan-kawasan sedang dan tropis

Di sebelah selatan daerah tropika, terdapat iklim sedang dan subtropis.Kawasan ini mempunyai musim-musim yang jelas tandanya, yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Bulan-bulan yang suhunya berkisar antara hangat sampai panas adalah bulan Desember sampai Februari. Antara bulan Juni dan Agustus suhunya berkisar antara dingin dan sangat dingin di musim dingin. Di musim semi (bulan September sampai November) dan musim gugur (bulan Maret sampai dengan bulan Mei) bersuhu sedang. Semakin ke selatan, keempat musim tersebut semakin jelas terasa bedanya.

Iklim lembab subtropis

Kawasan beriklim subtropis ini terletak di antara Garis Balik dan 35oLS, yakni di antara dataran tinggi dan pantai di Australia bagian timur.

Hujan turun di semua musim, dan kebanyakan hujan turun pada musim
panas. Rata-rata curah hujan adalah 500 sampai 1.500 mm per tahun. Di musim panas udaranya panas dan pada musim dingin udaranya sangat dingin. Rata-rata suhu tahunan berkisar antara 16oC dan 21oC.

Dulunya ada hutan-hutan besar di daerah ini. Sebagian dari hutan-hutan itu masih ada. Hutan-hutan yang luas telah ditebang dan sekarang digunakan untuk pertanian, peternakan, atau dijadikan kota kecil maupun kota besar.

Keterangan mengenai suhu dan curah hujan untuk kota Sydney, yakni sebuah kota beriklim lembab subtropis, dapat dilihat dalam Gambar 2.8.

Iklim setengah gersang subtropis

Iklim ini dijumpai di daerah dataran tinggi yang letaknya jauh di barat yang curah hujannya berkurang. Curah hujan tersebut masih cukup untuk menanam rumput di dataran berumput. Satwa asli seperti kanguru berkembang dengan pesat di kawasan itu yang berarti juga mendukung pemeliharaan domba dan pertanian gandum.

Iklim sedang

Terdapat dua jenis iklim sedang di Australia, yakni iklim yang ada di daerah pantai Australia, termasuk di Tasmania, dan iklim di Australia sebelah baratdaya dan sebelah selatan.

Iklim sedang dan lembab

Iklim ini dijumpai di Australia sebelah timur di antara dataran tinggi dan pantai. Di sini hujan turun sepanjang tahun dengan rata-rata antara 500 dan 1000 mm. Lebih banyak hujan turun di dataran tinggi daripada di pantai.

Di musim panas udaranya panas dan pada musim dingin udaranya sejuk. Suhu tahunan rata-rata berkisar antara 10° dan 16°C. Di musim dingin biasanya salju turun di Pegunungan Salju.

Keseluruhan daerah ini dulunya penuh dengan hutan. Sebagian dari hutan-hutan tersebut masih ada. Di tempat-tempat yang hutannya telah ditebang sekarang dijadikan pertanian dan daerah hunian. Di sepanjang pantai tersebut terdapat pertanian dan perkebunan intensif.

Keterangan mengenai curah hujan dan suhu di Queenstown, yakni sebuah kota beriklim sedang dan lembab, dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Iklim sedang yang lembab dan kering

Iklim ini terdapat di dua daerah di Australia barat daya di sekitar kota Perth dan
di Australia Selatan dekat kota Adelaide. Di musim panas udaranya sangat panas dan kering, dan di musim dingin udaranya sejuk dan berhujan. Hujan tersebut terbawa angin yang berhembus dari barat sesudah menyeberangi Samudera Hindia dan Samudera Selatan.

Suhu rata-rata tahunan berkisar antara 16°C dan 21°C. Curah hujan tahunan adalah antara 250 dan 500 mm.

Iklimnya disebut iklim Laut Tengah (Mediterranean) karena serupa dengan iklim yang ada di sekitar Laut Tengah tersebut.

Tumbuh-tumbuhannya adalah schlerophyll. Kata schlerophyll berasal dari bahasa Yunani yang berarti berdaun kaku. Tumbuhan ini mempunyai daun yang tebal dan berminyak sehingga memungkinkannya bertahan hidup. Pada musim panas yang hawanya panas dan kering. Pertanian gandum, peternakan domba, dan tanaman anggur dan buah merupakan hal yang penting di sini.

Keterangan mengenai suhu dan curah hujan di kota Adelaide, yakni kota yang beriklim Laut Tengah, dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Padang pasir

Sebagian besar daerah pedalaman Australia merupakan sebuah padang pasir dengan kadar penguapan yang tinggi dan hujannya kurang dari 250 mm per tahun. Mungkin padang pasir tersebut tidak mendapat hujan sama sekali selama beberapa tahun. Didaerah tropis suhunya tinggi tetapi di daerah sebelah selatan suhunya lebih sejuk. Suhu tahunan rata-rata berkisar antara 16oC sampai dengan 27oC.

Keterangan suhu dan curah hujan di kota Oodnadatta di daerah padang pasir dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Kegersangan di Australia

Australia merupakan benua paling kering di dunia yang didiami manusia. Letak Benua Australia tidak cukup jauh di utara sehingga tidak secara luas dipengaruhi oleh cuaca lembab tropis. Demikian juga, benua tersebut tidak cukup jauh di selatan sehingga tidak memperoleh banyak hujan dari awan yang berasal dari samudera sebelah selatan. Dengan demikian, sebagian besar benua tersebut kering. Hal ini menjadi masalah bagi pertanian dan hunian.

Setiap tujuh tahun atau lebih Australia mengalami kekeringan. Kekeringan yang selalu timbul lagi itu juga merupakan masalah. Kadang-kadang kekeringan tersebut sangat hebat sehingga terjadi kerugian jutaan dolar ketika tanaman pangan dan hewan peliharaan mati. Dalam peristiwa kekeringan terakhir yang dialami mulai tahun 1992 sampai dengan tahun 1995, banyak daerah di Australia menderita karena tidak ada hujan. Menurut para ilmuwan terjadinya siklus kekeringan ini ada penjelasannya.

Terjadinya keadaan kekeringan di Australia, termasuk juga di beberapa daerah di Indonesia, bergantung pada keadaan-keadaan di Samudera Pasifik Selatan. Apabila keadaan di Pasifik Selatan tidak normal, sehingga dapat terjadi kekeringan atau turun hujan lebat. Keadaan yang menyebabkan kekeringan disebut itu El Nino. Keadaan yang menyebabkan hujan lebat disebut La Nina

Keadaan normal

Dalam keadaan normal angin pasat berhembus dari timur melintasi Samudera Pasifik. Hal ini menyebabkan air hangat dari Pasifik tengah terdorong ke arah barat. Air hangat ini terkumpul di sepanjang garis pantai Australia sebelah utara, dan juga mengalir ke perairan Indonesia. Terbentuklah awan di atas air yang hangat ini. Awan-awan ini membawa hujan apabila bergerak di atas Australia dan Indonesia. Keadaan ini dapat dilihat dalam Gambar 2.13.

Gambar 2.12: Keadaan normal
Gambar 2.13: Keadaan normal

Peristiwa El Nino

El Nino datang mengganggu setiap dua tahun sampai tujuh tahun sekali. Peristiwa El Nino tampak dalam Gambar 2.14. Dalam keadaan seperti ini, Samudera Pasifik menjadi hangat, mulai dari Pasifik tengah sampai dengan pantai Peru di Amerika Selatan, tetapi tidak demikian di perairan Australia sebelah utara dan Indonesia. Apabila hal ini terjadi, angin pasat akan melemah dan arahnya berbalik, yakni berhembus dari arah barat ke arah timur. Jadi udara tropis yang lembab tidak terpusat di dekat Benua Australia. Alih-alih udara lembab tersebut terpusat di Samudera Pasifik tengah dan meluas ke timur ke arah Amerika Selatan. Hal ini menyebabkan turunnya hujan di Samudera Pasifik, dan hujan di Australia serta di Indonesia menjadi berkurang dari biasanya. Akibatnya timbul kekeringan di Australia dan di beberapa daerah di Indonesia, dan daerah-daerah yang paling terpengaruh oleh keadaan kekeringan dapat dilihat pada Gambar 2.12. Kekeringan ini sering disertai dengan kebakaran rumput dan hutan. Selama peristiwa El Nino pada tahun 1994 dan 1997, baik Indonesia maupun Australia, mengalami kebakaran hutan.

Gambar 2.13: Peristiwa El Nino
Gambar 2.14: Peristiwa El Nino

Daerah-daerah yang terpengaruh oleh keadaan kekeringan
Gambar 2.12: Daerah-daerah yang terpengaruh oleh keadaan kekeringan

Peristiwa La Nina

Peristiwa ini terjadi ketika angin pasat berhembus dengan keras dan terus menerus melintasi Samudera Pasifik ke arah Australia. Angin tersebut mendorong lebih banyak air hangat ke arah Australia sebelah utara dibandingkan biasanya. Akibatnya, semakin banyaklah awan yang terkonsentrasi dalam keadaan seperti ini, dan menyebabkan turunnya hujan lebih banyak di Australia, di Pasifik sebelah barat dan di Indonesia. Peristiwa La Nina dapat dilihat dalam Gambar 2.15.

Gambar 2.14: Peristiwa La Nina
Gambar 2.15: Peristiwa La Nina

Flora dan Fauna Khas Australia

Pengantar

Hewan asli Australia sangat berbeda dengan hewan yang dijumpai di tempat-tempat lain di dunia.

Pada kenyataannya, kebanyakan tanaman dan hewan asli Australia hanya dijumpai di Australia.

Pohon kayu eukaliptus (569 jenis) dan pohon kayu akasia (772 jenis) merupakan tanaman yang paling umum dijumpai, sebagaimana tampak dalam Gambar 3.1.

Hutan eukaliptus di Gippsland, VIC.
Tourism Victoria
Gambar 3.1:
Hutan eukaliptus di Gippsland, VIC.

Tanaman-tanaman ini dijumpai di tempat-tempat yang iklimnya berlainan, seperti daerah beriklim panas, padang pasir dan di daerah bersalju.

Hewan Australia yang paling terkenal adalah hewan marsupial (berkantung) yang disebut kanguru (Lihat Gambar 3.12.) dan koala (Lihat Gambar 3.2).

Koala yang makan daun eukaliptus
Erik Howarth
Gambar 3.2: Koala yang makan daun eukaliptus

Di antara hewan-hewan Australia yang luar biasa adalah platypus dan trenggiling yang keduanya adalah jenis monotrem [yakni hewan mamalia tak bergigi dan berlobang satu untuk bertelur dan buang air], (Lihat Gambar 3.3 dan 3.4).

Platypus
Gambar 3.3: Platypus
Trenggiling
Nolene Finch
Gambar 3.4: Trenggiling

Hewan marsupial dan monotrem

Hewan mamalia di Australia digolongkan menjadi hewan marsupial dan monotrem. Beberapa di antaranya juga dijumpai di Papua Nugini dan Irian Jaya.

Hewan marsupial adalah hewan berkantung. Waktu dilahirkan, hewan ini tidak berambut dan sangat kecil, kurang dari tiga sentimeter panjangnya. Sesudah lahir, hewan ini hidup di kantung induknya dan menetek. Mereka keluar dari kantung bila sudah benar-benar cukup besar.

Hewan marsupial hidup di tempat-tempat yang berlainan tumbuh-tumbuhannya. Koala, yang dapat dilihat pada Gambar 3.2, adalah hewan marsupial yang hidup di hutan-hutan eukaliptus dan hanya memakan daunnya.

Monotrem adalah jenis hewan-hewan yang bertelur, seperti hewan reptilia (melata) atau burung, tetapi meneteki anaknya seperti hewan mamalia.

Hutan-hutan tropis dan sedang

Hutan tropis dan hutan sedang dijumpai di tempat yang curah hujannya banyak. Di hutan ini ada banyak pohon besar dan berbagai jenis tanaman lain. Hutan ini ada di daerah tropis yang panas dan lembab di Queensland, di daerah pantai Australia bagian timur dan di Tasmania yang beriklim sedang, basah, dan sejuk.

Di hutan yang terletak di daerah tropis ada pohon anggur dan pohon kelapa sawit. Hutan jenis ini ada hubungannya dengan hutan yang ada di Indonesia dan di Asia Tenggara. Hal ini karena dulu pada zaman es permukaan laut yang lebih rendah telah menghubungkan Australia dengan Irian Jaya sehingga hutan-hutan ini meluas. Di daerah-daerah yang beriklim sejuk dan sedang, juga ada pohon pakis dan lumut di hutan ini serta pohon beech yang berasal dari benua Antartika (Lihat Gambar warna 5). Australia bersatu dengan benua Antartika kira-kira lebih dari 55 juta tahun yang lalu.

Hutan tropis beriklim sedang di Australia bagian timur. Pohon pakis merupakan ciri umum di hutan jenis ini.
NSW National Parks & Wildlife Service
Gambar warna 5: Hutan tropis beriklim sedang di Australia bagian timur. Pohon pakis merupakan ciri umum di hutan jenis ini.

Di daerah-daerah beriklim sedang dan hangat di Australia bagian timur, hutan tropis mempunyai ciri-ciri tropis dan daerah beriklim sedang yang sejuk.

Banyak tempat-tempat di hutan tropis itu yang dibuka, dan sisa hutan yang ada sekarang dimasukkan dalam daftar Daerah Pelestarian Alam.

Hewan dan burung di hutan tropis

Burung kasuari, kuskus, dan kanguru pohon dijumpai di hutan-hutan daerah tropis di Queensland sebelah utara serta di Irian Jaya. Kuskus juga dijumpai di Sulawesi.

Kasuari

Kalau berdiri tingginya kira-kira satu setengah meter. Burung ini tidak dapat terbang dan makanannya adalah buah-buahan yang berjatuhan.

Kuskus tutul dan beruang

Hewan marsupial ini hidup di atas pohon. Mereka ini aktif di malam hari. Makanannya adalah bunga, buah-buahan dan daun-dauan. Kuskus jenis abu-abu juga ditemukan di Irian Jaya dan Papua Nugini.

Australia Post
Australia Post

DEPARPOSTEL
DEPARPOSTEL
Gambar 3.5: Kuskus dijumpai di Australia dan Indonesia dan prangko ini dipakai di Australia dan Indonesia.

Kanguru pohon

Hewan marsupial. Hidupnya di atas pohon. Pada siang hari mereka tidur di dahan-dahan pohon. Pada malam hari mereka makan daun dan buah.

Hutan pohon eukaliptus

Eukaliptus adalah pohon asli Australia. Ada yang hanya beberapa meter tingginya dan ada pula yang berukuran raksasa sampai seratus meter tingginya. Eukaliptus adalah pohon kayu keras yang tertinggi di dunia. Pohon ini dijumpai di daerah yang iklimnya berlainan, baik di padang pasir yang panas maupun daerah yang sangat dingin. Pohon ini dijumpai di daerah yang dekat dengan pantai maupun di pegunungan.

Pohon eukaliptus tahan api. Pohon ini memiliki kulit tebal yang mengelupas sesudah terbakar. Benihnya dapat hidup di tanah atau di dalam biji kacang pohon selama bertahun-tahun. Benih ini dapat tumbuh sesudah terjadi kebakaran. Meskipun hutan eukaliptus terbakar, pohon itu dapat cepat tumbuh lagi.

Pohon eukaliptus juga dapat bertahan hidup di musim kemarau. Hal ini terjadi karena daun-daun pohon eukaliptus berguguran di musim kemarau. Pohon eukaliptus sangat sesuai untuk tanah Australia yang tidak subur, iklim yang kering dan seringnya ada kebakaran hutan. Hutan eukaliptus berkembang manakala iklim Australia menjadi semakin kering selama duapuluh juta tahun terakhir.

Lebih tujuh puluh persen hutan eukaliptus Australia telah ditebang pohonnya selama dua ratus tahun terakhir. Ada upaya untuk menyelamatkan hutan-hutan yang tersisa.

Hutan-hutan eukaliptus yang lembab

Pohon-pohon eukaliptus di hutan ini adalah yang tertinggi. Hutan ini ada di sepanjang pantai timur Australia, di Tasmania, dan di Australia Barat sebelah baratdaya, yakni di daerah-daerah yang banyak curah hujannya. Banyak pohon yang tingginya sampai tujuh puluh meter.

Hutan-hutan eukaliptus yang kering

Hutan jenis ini adalah hutan eukaliptus yang paling umum. Hutan ini mendominasi daerah pantai, dari Tanjung York ke Tasmania dan melintas sampai ke Australia Selatan. Hutan ini juga ada di Australia barat sebelah baratdaya. Biasanya di hutan ini ada lapisan semak belukar yang lebat, yang terdiri atas pohon kasuarina, akasia, banksia dan kalistemon. Apabila dalam kurun waktu sepuluh tahun terjadi kebakaran lebih dari sekali, semak
belukar ini digantikan oleh rerumputan.

Hutan-hutan eukaliptus yang kering
Asian Field Study Centres
Gambar 3.7: Hutan-hutan eukaliptus yang kering

Tanah berhutan eukaliptus

Tanah berhutan eukaliptus dijumpai di daerah yang setengah gersang. Pohon ini tumbuh di tanah yang jelek. Pohon-pohon di hutan eukaliptus kurang dari duapuluh meter tingginya. Di bawah pohon eukaliptus ini tumbuhlah pohon akasia, banksia, hakea (semak jarum), leptospermum (pohon teh) dan Xanthorrhoa (pohon rumput) yang dapat dilihat pada Gambar 3.6. Rumput tumbuh di daerah yang sering kebakaran.

Pohon rumput (Xanthorrhoa).
Gambar 3.6: Pohon rumput (Xanthorrhoa).

Mallee

Hutan jenis ini terdiri atas pohon-pohon eukaliptus yang rendah dan berdahan banyak serta dijumpai dekat padang pasir.

Mallee
Parkes Primary School, NSW
Gambar 3.8: Mallee

Hewan-hewan di hutan eukaliptus

Banyak hewan khas Australia yang hidupnya di hutan-hutan eukaliptus. Yang paling terkenal adalah kanguru, koala, kukabura, dan kakaktua. Hewan lain adalah posum, sugar glider (sejenis posum yang bergelantungan dari pohon ke pohon), wallaby (semacam kanguru), dan quoll (sejenis wallaby kecil).

Platypus

Hewan ini hidup di sungai-sungai Australia sebelah timur. Hewan ini aktif di malam hari. Makanannya adalah serangga air dan udang karang yang hidup di air tawar. Pandangan matanya lemah dan ia mencari makan dengan menggunakan paruhnya yang sangat sensitif. Hewan ini menggali terowongan ke arah pinggir sungai dan di sinilah mereka tidur dan berkembang-biak.

Koala

Hewan marsupial ini dijumpai di daerah beriklim panas dan dingin, mulai daerah tropis di Queensland sampai daerah Victoria yang beriklim sedang. Makanannya hanya dedaunan dari pohon eukaliptus tertentu. Hampir sepanjang hari koala tidur di cabang pohon, dan makan pada malam hari.

Kanguru abu-abu

Kanguru ini sangat banyak jumlahnya. Mereka hidup di hutan-hutan eukaliptus yang terbuka dan di daerah berumput. Makanannya rumput.

Kukabura

Burung ini (Gambar 3.11) dijumpai di hutan eukaliptus dan di daerah berhutan eukaliptus. Suara tawa burung ini lain dari yang lain. Mereka hidup berkelompok dan bersarang di pohon. Makanannya serangga, hewan-hewan kecil, kadal, dan ular.

Kukabura
Nolene Finch
Gambar 3.11: Kukabura

Trenggiling

Trenggiling adalah monotrem. Tubuhnya tertutup bulu yang panjang dan lancip. Mereka menggunakan bulunya ini untuk melindungi diri. Apabila diserang, mereka dapat dengan cepat bersembunyi dalam tanah dengan menggunakan cakarnya yang kuat. Hanya bulunya yang runcing itu yang kelihatan.

Tanah berbelukar yang gersang dan tanah berumput

Ada beberapa jenis tanah berbelukar dan tanah berumput.

Brigalow, Piliga dan Mulga

Tanah berbelukar jenis ini dijumpai di daerah pedalaman yang kering. Daerah ini kebanyakan dipenuhi oleh pohon akasia. Ada yang tanahnya dipenuhi pohon seluruhnya dan ada juga yang merupakan hutan terbuka atau pepohonan yang tersebar dengan rerumputan. Di daerah belukar jenis Brigalow dijumpai tanaman pohon botol (batangnya menyerupai botol), sedangkan di belukar jenis Piliga dan Mulga ada berbagai jenis pohon pinus cemara di antara pepohonan akasia.

Belukar perdu

Belukar ini dijumpai di tepian padang pasir. Perdu adalah tumbuhan yang bermanfaat sebagai tempat penggembalaan di daerah yang setengah gersang. Namun, tanaman perdu ini sering rusak karena terlalu banyak digunakan untuk menggembalakan ternak.

Belukar perdu - Spinifex
Wilderness Society
Gambar 3.9: Belukar perdu – Spinifex

Tanah berumput

Tanah berumput ini dijumpai di tepian padang pasir. Tanaman ini berumur pendek dan tanaman yang digunakan untuk bumbu tumbuh di antara rerumputan.

Hewan daerah gersang

Kanguru merah

Kanguru merah (Lihat Gambar 3.12) adalah hewan marsupial terbesar. Apabila berdiri tingginya mencapai lebih dari dua meter, dan biasanya bergerak dalam kelompok besar. Mereka tidur di kala siang yang hawanya paling panas.

Apabila tidak ada air, mereka mencari kelembaban dari tumbuhan hijau dan hanya berkembang-biak apabila ada hujan dan apabila tumbuh tanaman baru.

Kanguru merah
Nolene Finch
Gambar 3.12: Kanguru merah

Wombat

Hewan marsupial ini seperti koala tetapi hidupnya di tanah. Makanannya rumput dan mereka makan di malam hari. Sarangnya di dalam tanah dan mereka
berkembang-biak di sana. Jenis yang paling umum dijumpai di Australia Tenggara. Dua jenis lainnya dijumpai di daerah-daerah yang setengah gersang.

Burung Emu

Burung emu, tampak pada Gambar 3.13 dan Gambar warna 6, adalah burung terbesar di Australia, dan kalau berdiri tingginya mencapai satu setengah meter. Burung ini tidak dapat terbang dan mirip burung onta.

Burung Emu di daerah gersang.
NSW National Parks & Wildlife Service
Gambar warna 6: Burung Emu di daerah gersang.

Burung emu dijumpai di berbagai iklim yang berbeda. Sarangnya berbentuk lubang dangkal kecil di tanah. Burung emu jantan yang mengerami telurnya. Diperlukan waktu kira-kira delapan minggu untuk menetaskannya. Burung yang muda bergaris-garis tubuhnya untuk memudahkannya menyamar.

Burung Emu
Gambar 3.13: Burung Emu

Burung beo

Burung ini umumnya ada di daerah-daerah gersang dan dijumpai di seluruh Australia. Warna dan ukurannya bermacam-macam. Kakatua yang tampak pada Gambar 3.14, adalah burung beo terbesar dengan hiasan kepala dan ekor yang pendek dan persegi. Burung bernama lorikit lebih kecil ukurannya dan berwarna-warni dengan lidah seperti sikat untuk makan madu bunga. Burung beo jenis budgerigar dikenal hidup dalam kelompok besar di hutan terbuka maupun di padang pasir.

Burung kakaktua
Gambar 3.14: Burung kakatua

Tanaman padang pasir

Tanaman yang dapat bertahan hidup di padang pasir dengan air yang hanya sedikit disebut jenis xerofitis. Ini artinya tanaman tersebut sesuai untuk iklim yang kering. Pohon akasia, pohon èk padang pasir dan rumput landak (daunnya runcing) banyak dijumpai di padang pasir Australia. Ketika turun hujan, kadang-kadang sesudah bertahun-tahun, jutaan benih yang berserak di tanah keluar kecambahnya. Oleh karena itu tumbuhlah tanaman dan bunga-bunga pun bermekaran tetapi hanya sebentar.

Tanaman xerofitik
Robin Darnley
Gambar 3.10: Tanaman xerofitik

Hewan-hewan padang pasir

Bilby

Ini adalah anggota kelompok bandicoot (sejenis tikus). Hewan ini sekarang hanya hidup di padang pasir karena ia menjadi buruan hewan pendatang seperti kucing dan serigala. Hewan ini memperoleh kelembaban dari makanannya karena tidak ada air di sekitarnya.

Katak penyimpan air

Katak ini muncul ke permukaan sesudah turun hujan. Ia berkembang-biak di kubangan air yang sifatnya kebetulan atau hanya sementara. Kemudian ia memenuhi dirinya dengan air dan membentuk semacam kepompong untuk menyimpan kelembaban air itu sehingga ia dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun sampai hujan turun lagi.

Biawak pasir

Biawak merupakan hewan melata yang terbesar di padang pasir. Banyak sekali jenis biawak di padang pasir dibandingkan dengan di tempat lain. Australia memiliki berbagai jenis biawak dan ular terbanyak di dunia.

Biawak Thorny Devil – Moloch horridus

Warnanya kuning dan hitam. Kulitnya berduri (Lihat Gambar warna 7) .

Biawak berduri yang disebut 'Thorny Devil' terbiasa di daerah yang sangat kering. Galur-galur yang ada di antara duri-durinya menjadi penyalur air ke dalam pokoknya.
The Ayres Rock resort
Gambar warna 7: Biawak berduri yang disebut ‘Thorny Devil’ terbiasa di daerah yang sangat kering. Galur-galur yang ada di antara duri-durinya menjadi penyalur air ke dalam pokoknya.

Kawasan pegunungan Alpen

Tumbuh-tumbuhan Alpen

Kawasan pegunungan yang tinggi hanya merupakan bagian kecil saja dari Australia. Di pegunungan ini dijumpai tumbuhan alpen. Tumbuhan ini dapat bertahan hidup dalam cuaca yang dingin membekukan. Tumbuhan ini pendek dan beberapa di antaranya hanya tumbuh setinggi beberapa sentimeter.

Hewan Pegunungan Alpen

Hewan yang disebut possum pigmi gunung yang dapat dilihat dalam Gambar 3.15 tahan hidup di musim yang sangat dingin dengan cara tidur selama berhari-hari. Hewan ini tetap aktif di selokan-selokan di bawah salju. Hidupnya bergantung dari lemak dan biji-bijian yang dikumpulkannya selama musim panas.

Possum pigmi gunung
Australian Museum
Gambar 3.15: Possum pigmi gunung

Katak korobori

Katak ini lain dari yang lain. Katak korobori berkembang-biak dalam tanah.

Jenis-jenis tumbuhan yang utama di Australia

Luas (km2)
Hutan tropis 36.000
Hutan eukaliptus yang lembab 359.000
Hutan eukaliptus yang kering 1.066.000
Tanah hutan eukaliptus 1.985.000
Mallee 2.392.000
Tanah tinggi pegunungan & tanah belukar 484.000
Tanah berumput 759.000
Padang rumput 495.000
Pohon bakau 22.000
Kebun dan ladang tanaman 115.706